1.Tentukan Waktu Jam
2.Rapihkan Kamar Dan Meja Belajar
3.Belajar Pelajaran Bareng Teman
4.Minum Air Dan Makan
5.Cari Media Untuk Tempat Kita Belajar Seperti
-Google
-Youtube
6.Olahraga
7.Istirahat yang Cukup
8.Pola Hidup Sehat
Dalam Masa pandemi seperti ini kita harus lebih mengenal teknologi untuk pembelajaran online , oleh karna itu kita harus mengenal teknologi dan harus mencari tempat dari berbagai sumber untuk belajar online kita dirumah , agar pengetahuan kita tetap bertambah dalam masa pandemi Covid-19 ini.
Kamis, 16 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020
Membangun Impian dan Cita-Cita di masa pandemi Covid-19
Dalam Situasi Pandemi Covid-19 ini memang sangat mengganggu beberapa bahkan banyak imipian kita yang sudah kita rencanakan sebelumnya harus sirna karena adanya masa pandemi covid-19 ini yang menyebabkan semua aktivitas kita terganggu. Untuk memperbaiki semua itu kita harus lebih cerdas dalam menentukan apa yang harus dilaksanakan dan direncanakan dalam masa pandemi ini
Dalam situasi seperti ini sangat mendukung untuk mencari ilmu darimana saja karena kita lebih banyak waktu untuk memegang handphone dan laptop sehingga memudahkan untuk mencari refensi dari internet dan pastinya guru disekolahpun memberikan materi lebih lengkap lagi dari sebelumnya
1.Berjualan Online Via Whatsapp , instagram dan facebook.

2. Belajar ilmu kamera , Take vidio , Photoshoot dan Editing

3. Memperlajari cara bermain musik
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2397689/original/079704300_1541055654-gitar.jpg)
4. Memperlajari Bahasa Pemograman
Dalam situasi seperti ini sangat mendukung untuk mencari ilmu darimana saja karena kita lebih banyak waktu untuk memegang handphone dan laptop sehingga memudahkan untuk mencari refensi dari internet dan pastinya guru disekolahpun memberikan materi lebih lengkap lagi dari sebelumnya
1.Berjualan Online Via Whatsapp , instagram dan facebook.

2. Belajar ilmu kamera , Take vidio , Photoshoot dan Editing

3. Memperlajari cara bermain musik
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2397689/original/079704300_1541055654-gitar.jpg)
4. Memperlajari Bahasa Pemograman
BLOGGER COVID
PANDEMI CORONA DI INDONESIA
Gejala yang paling umum
1.Demam
2.Batuk Kering
3.Kelelahan
Gejala yang paling umum
1.Demam
2.Batuk Kering
3.Kelelahan
Gejala yang sedikit tidak umum:rasa tidak nyaman dan nyeri
nyeri tenggorokan
diare
konjungtivitis (mata merah)
sakit kepala
hilangnya indera perasa atau penciuman
ruam pada kulit, atau perubahan warna pada jari tangan atau jari kaki
Lindungi diri dan orang lain di sekitar Anda dengan mengetahui fakta-fakta terkait virus ini dan mengambil langkah pencegahan yang sesuai. Ikuti saran yang diberikan oleh badan kesehatan publik lokal Anda.
Untuk mencegah penyebaran COVID-19
1. Hindari pertemuan yang melibatkan banyak orang
2. Menjaga Jarak minimal dua meter dari orang lain sebisa mungkin
3. Hindari orang yang menunjukan gejala sakit
4. Work From Home
5. Sebaiknya tidak berpergian jauh
1. Zona Merah (31 daerah)
- Sumatera Utara
Deli Serdang
Kota Medan
Deli Serdang
Kota Medan
- Sulawesi Selatan
Bantaeng
Kota Makassar
Bantaeng
Kota Makassar
- Papua
Kota Jayapura
Kota Jayapura
- Nusa Tenggara Barat
Kota Mataram
Kota Mataram
- Maluku Utara
Kota Ternate
Kota Ternate
- Kalimantan Tengah
Kotawaringin Barat
Kotawaringin Barat
- Kalimantan Selatan
Tanah Laut
Kota Banjarbaru
Tapin
Banjar
Balangan
Tabalong
Kota Banjarmasin
Tanah Laut
Kota Banjarbaru
Tapin
Banjar
Balangan
Tabalong
Kota Banjarmasin
- Jawa Timur
Gresik
Kota Mojokerto
Mojokerto
Kota Surabaya
Bojonegoro
Sidoarjo
Gresik
Kota Mojokerto
Mojokerto
Kota Surabaya
Bojonegoro
Sidoarjo
Dampak Covid-19
Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suryo Utomo mengungkapkan tiga dampak besar pandemi Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia sehingga masuk dalam masa krisis. Hal tersebut disampaikan Suryo Utomo saat memperingati Hari Pajak 2020 yang bertema “Bangkit Bersama Pajak dengan Semangat Gotong Royong”.
“Gejolak ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 ini menghantam Indonesia bagaikan sebuah perfect storm yang setidaknya memberi tiga dampak besar bagi perekonomian,” katanya di Jakarta, Selasa (14/7).
Suryo menyebutkan dampak pertama adalah membuat konsumsi rumah tangga atau daya beli yang merupakan penopang 60 persen terhadap ekonomi jatuh cukup dalam. Hal ini dibuktikan dengan data dari BPS yang mencatatkan bahwa konsumsi rumah tangga turun dari 5,02 persen pada kuartal I 2019 ke 2,84 persen pada kuartal I tahun ini.
Dampak kedua yaitu pandemi menimbulkan adanya ketidakpastian yang berkepanjangan sehingga investasi ikut melemah dan berimplikasi pada terhentinya usaha.
Dampak ketiga adalah seluruh dunia mengalami pelemahan ekonomi sehingga menyebabkan harga komoditas turun dan ekspor Indonesia ke beberapa negara juga terhenti.
Menurut Suryo, gejolak ekonomi akibat Covid-19 menjadi momen yang bersejarah karena berdampak pada pengelolaan keuangan negara hingga dilakukan perubahan APBN sebanyak dua kali dan upaya pemulihan ekonomi nasional.
Tak hanya itu, tekanan juga berimplikasi pada penerimaan pajak yang hingga semester I 2020 hanya mencapai Rp513,65 triliun atau 44,02 persen dari target berdasarkan Perpres 72 Tahun 2020 Rp 1.198,8 triliun. Angka tersebut terkontraksi sampai 12,01 persen (yoy) dibanding periode sama tahun lalu yaitu Rp604,3 triliun.
“Pelemahan usaha dan perlambatan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2020 ini terjadi cukup dalam sehingga berdampak juga pada penerimaan pajak kita,” ujarnya.
Di sisi lain Suryo optimis pemulihan ekonomi akan mulai terjadi pada triwulan III dan IV yakni salah satunya melalui peningkatan sinergi antara pemerintah dan para Wajib Pajak (WP) yang patuh membayar pajak.
“Kita tentunya berharap bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia dapat kembali tumbuh positif pada triwulan III dan selanjutnya,” katanya.
“Gejolak ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 ini menghantam Indonesia bagaikan sebuah perfect storm yang setidaknya memberi tiga dampak besar bagi perekonomian,” katanya di Jakarta, Selasa (14/7).
Suryo menyebutkan dampak pertama adalah membuat konsumsi rumah tangga atau daya beli yang merupakan penopang 60 persen terhadap ekonomi jatuh cukup dalam. Hal ini dibuktikan dengan data dari BPS yang mencatatkan bahwa konsumsi rumah tangga turun dari 5,02 persen pada kuartal I 2019 ke 2,84 persen pada kuartal I tahun ini.
Dampak kedua yaitu pandemi menimbulkan adanya ketidakpastian yang berkepanjangan sehingga investasi ikut melemah dan berimplikasi pada terhentinya usaha.
Dampak ketiga adalah seluruh dunia mengalami pelemahan ekonomi sehingga menyebabkan harga komoditas turun dan ekspor Indonesia ke beberapa negara juga terhenti.
Menurut Suryo, gejolak ekonomi akibat Covid-19 menjadi momen yang bersejarah karena berdampak pada pengelolaan keuangan negara hingga dilakukan perubahan APBN sebanyak dua kali dan upaya pemulihan ekonomi nasional.
Tak hanya itu, tekanan juga berimplikasi pada penerimaan pajak yang hingga semester I 2020 hanya mencapai Rp513,65 triliun atau 44,02 persen dari target berdasarkan Perpres 72 Tahun 2020 Rp 1.198,8 triliun. Angka tersebut terkontraksi sampai 12,01 persen (yoy) dibanding periode sama tahun lalu yaitu Rp604,3 triliun.
“Pelemahan usaha dan perlambatan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2020 ini terjadi cukup dalam sehingga berdampak juga pada penerimaan pajak kita,” ujarnya.
Di sisi lain Suryo optimis pemulihan ekonomi akan mulai terjadi pada triwulan III dan IV yakni salah satunya melalui peningkatan sinergi antara pemerintah dan para Wajib Pajak (WP) yang patuh membayar pajak.
“Kita tentunya berharap bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia dapat kembali tumbuh positif pada triwulan III dan selanjutnya,” katanya.
Langganan:
Postingan (Atom)